Alat Siram Tanaman Otomatis Micro Drip Flow

Alat penyiraman tanaman otomatis / micro drip flow cara kerjanya seperti sistem irigasi atau sistem tetes. Sistem tetes atau irigasi adalah sistem siram yang paling disukai oleh tanaman, karena tanaman itu menyukai air yang bergerak, air yang tidak jenuh tapi bergerak. Itulah kenapa tanaman dalam hidroponik sangat cepat sekali tumbuhnya, karena akarnya dialiri dengan air yang bergerak. Ini juga sama dengan ikan di kolam, dimana ikan senang dengan air yang mengalir. Itulah kenapa kolam ikan disebut dengan "renning", sebenernya asal katanya dari "Running" atau air yang berjalan.

Ada beberapa jenis alat penyiraman otomatis ini, ada yang pakai botol dan ada juga yang sistem infus. Saya sendiri lebih suka micro drip flow (automatic plant waterer) ini karena kelebihannya alat siram ini tidak perlu pakai botol. Dimana volume air, misal 1 liter maka akan gampang habis. Nah dengan alat ini botol bisa diganti dengan ember atau wadah besar sehingga air tidak cepat habis.

Kelebihan Alat Siram Micro Drip Flow

Meskipun dari luar ini tidak ada lubang (biopori) tapi sebenarnya alat siram ini memiiki pori-pori halus. Dimana ketika ditancapkan ke tanah air akan meresap dan turun. Kelebihan dari alat ini dia bisa digunakan meskipun sumber airnya berada di bawah, air akan naik. Beda dengan sistem infus atau botol di mana air harus di atas, tapi dengan alat ini air akan naik meskipun posisi pot lebih tinggi. Air bisa naik  karena ada lubang yang ketika dimasukkan air, air akan turun dan menyedot sumber air utama.

Usahakan bagian putih kecil yang dimasukan ke dalam air disimpan di bawah, bisa gunakan pemberat atau diikatkan ke mur sehingga terendam ke dasar. Sebab semakin dalam maka akan lebih tinggi tekanan air sehingga air akan mengalir lebih cepat menyiram tanah. Alat siram otomatis ini jelas akan sangat bermanfaat, misalkan tidak sempat urus / siram tanaman karena harus pergi keluar kota dsb. (Lihat juga membuat semprotan pupuk lebih kencang)
Satu-satunya kekurangan mungkin dari alat ini si tetesan air dia tidak bisa dikontrol. Maksudnya aliran air tidak bisa ditentukan berapa tetes per detik / menit. Beda dengan sistem irigasi yang bisa ditentukan aliran / tetesan airnya. Namun untuk mengakalinya tempatkan posisi sumber air (botol, ember) di atas nanti tekanan air lebih tinggi. Adapun untuk harganya Rp12.000 sepasang, jadi sekitar Rp.6000 per buahnya.

Ingin Berkomentar atau Bertanya? Ajukan di Channel Kami
 Youtube


  Facebook
Serba Serbi Tani
  • Seputar Kelapa Pandan Wangi

    Ciri Kelapa Pandan Wangi paling umum adalah Anda bisa bakar daun kelapa pandan wangi. Ambil daunnya yang sudah agak tua lalu dibakar, tapi tidak harus dibakar sampai kering. Namun ternyata itu bukan satu-satunya cara untuk mengetahui jenis kelapa pandan wangi, bukan berarti yang tidak wangi...

  • Trik Pemupukan Cepat Tanpa Ribet

    Jika kebetulan Anda tanam banyak sekali pohon sengon, kayu, sayuran atau tanaman apa saja di perkebunan luas untuk skala besar. Anda bisa gunakan cara alternatif yang lebih simple tidak ribet untuk memupuk. Cara ini lebih menghemat waktu dan tenaga tidak ribet, namun efektif serta...

  • Pemupukan Anggur Setelah Pangkas

    Ada beberapa hal yang perlu diketahui pada perlakuan anggur setelah pangkas. Pupuk yang saya gunakan sampai hari ke-20 masih menggunakan pupuk MKP (Pupuk Perangsang Bunga / Buah). Pupuk ini tujuannya untuk merangsang keluar bunga yang merangsang pembungaan, dan targetnya...


Winning isn’t everything, but wanting to win is.
Vince Lombardi