Kapur dolomit adalah unsur yang paling pertama harus ada sebelum memulai pertanian atau berkebun. Karena dibanding pupuk itu sifatnya hanya pelengkap, lalu dibanding dengan media tanam mau ditambah sekam, kotoran hewan atau yang lain pun itu sebenarnya masih sifatnya pelengkap. Tapi yang paling penting dari semua itu adalah media tempat hidupnya, media disini maksudnya adalah tanah karena tanah dia adalah tempat tinggal tanaman. Media tanaman berupa arang sekam, serbuk gergaji ataupun pupuk kandang itu sifatnya hanya penggembur dan penyubur. Penyubur inipun tidak akan bekerja optimal jika kondisi PH dalam tanahnya tidak seimbang atau tidak netral. Maka itulah pentingnya kapur dolomit untuk kualitas tanah yang baik, pupuk itu nomor dua, dolomit dulu sebelum pupuk.
Sudah saya jelaskan juga pada artikel sebelumnya (pengaruh ph pada ketersediaan nutrisi), bahwa kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman akan lebih betah kalau kondisi tanahnya ideal atau PH tanahnya Netral. Nah dari situ kita bisa simpulkan betapa pentingnya kapur dolomit untuk media tanam Anda. Saking pentingnya kapur dolomit untuk meningkatkan PH ada yang menyebutkan kalau perbaikan pH tanah bisa dikatakan dapat menyelesaikan 50% masalah kesuburan tanah.
Sebab ada tiga sisi negatif tanah asam atau tidak ideal. Pertama unsur hara makro tidak tersedia dalam jumlah yang banyak. Kedua unsur hara mikro yang justru merugikan, beracun jumlahnya malah berlebih. Ketiga dia juga bisa malah menghambat perkembangan mikroorganisme di dalam tanah.
Sekarang tentang cara aplikasi dan kapan waktu penggunaan kapur dolomit.
Untuk meningkatkan kadar ph tanah selain menggunakan kapur dolomit bisa gunakan pilihan pengganti kapur dolomit. Harga kapur dolomit sendiri sudah murah sebenarnya, Rp.35.000 / 50Kg. Namun jika tidak ada, Anda bisa gunakan abu sekam, lalu jika Abu sekam tidak ada Anda bisa gunakan Abu bekas pembakaran.
Anda juga bisa menggunakan dedak kopi atau ampas kopi. Usahakan dijemur dulu atau dikeringkan dulu tujuannya supaya tidak berjamur. Lalu setelah itu bisa ditaburkan ke atas tanah atau dicampurkan lebih bagus. Lalu pupuk yang mengandung kalsium juga bagus untuk meningkatkan kadar PH tanah. Atau bahan-bahan lain yang mengandung kalsium seperti bekas tulang sapi, tulang kebo atau tulang apapun. Namun alangkah baik jika dihancurkan lebih dahulu atau dibuat seperti tepung agar mudah tercampur dengan tanah (Tanah Humus vs Kompos)
Bahan utama atau unsur pembentuk kapur sebenarnya sama, yaitu kalsium. Ada kalsium hidrokside, kalsium karbonat ataupun kalsium oksida, itu hanya beda dari proses pembuatannya saja. Bedanya kapur dolomit lebih banyak mengandung kalsium dan memiliki campuran magnesium. Kandungan kalsiumnya lebih bersih, lebih sedikit mengandung unsur alumina, zat besi, dan silika.
Adapun kapur mil untuk bangunan lebih banyak campuran silika, zat besi dan alumina. Ketiga unsur ini memiliki sifat perekat dan pengeras sehingga lebih cocok untuk dijadikan bahan campuran semen bangunan. Sementara kapur sirih bahan utama pembentuknya biasanya dari cangkang-cangkang dan kulit hewan yang keras, seperti cangkang remis, kerang. Sehingga kapur sirih dalam kadar tertentu bisa dimakan dan sering digunakan untuk mengunyah sirih hingga pengeras ketupat atau buras. Lihat juga ya bedanya kapur dolomit vs pupuk kalsium. Demikian saja pentingnya kapur dolomit untuk kesuburan tanah, mudah-mudahan bermanfaat.
Ciri Kelapa Pandan Wangi paling umum adalah Anda bisa bakar daun kelapa pandan wangi. Ambil daunnya yang sudah agak tua lalu dibakar, tapi tidak harus dibakar sampai kering. Namun ternyata itu bukan satu-satunya cara untuk mengetahui jenis kelapa pandan wangi, bukan berarti yang tidak wangi...
Jika kebetulan Anda tanam banyak sekali pohon sengon, kayu, sayuran atau tanaman apa saja di perkebunan luas untuk skala besar. Anda bisa gunakan cara alternatif yang lebih simple tidak ribet untuk memupuk. Cara ini lebih menghemat waktu dan tenaga tidak ribet, namun efektif serta...
Ada beberapa hal yang perlu diketahui pada perlakuan anggur setelah pangkas. Pupuk yang saya gunakan sampai hari ke-20 masih menggunakan pupuk MKP (Pupuk Perangsang Bunga / Buah). Pupuk ini tujuannya untuk merangsang keluar bunga yang merangsang pembungaan, dan targetnya...
Copyright © 2023 - All Rights Reserved - FinderOnly.Net
Template by OS Templates